Laba Anjlok 22%, Produsen Guinness Nekat Bajak Ratu Efisiensi Raksasa Iklan Dunia

Laba Anjlok 22%, Produsen Guinness Nekat Bajak Ratu Efisiensi Raksasa Iklan Dunia

Guinness-Makansedap.id-Guinness

- -

JAKARTA, Makansedap.id — Produsen minuman beralkohol raksasa dunia, Diageo, resmi menunjuk Joanne Wilson sebagai Chief Financial Officer (CFO) baru.

Langkah agresif ini diambil induk usaha Guinness, Smirnoff, dan Johnnie Walker tersebut demi membalikkan kondisi keuangan perusahaan yang sedang tertekan.

Joanne Wilson, yang saat ini masih menjabat sebagai CFO di raksasa agensi periklanan global WPP, dijadwalkan efektif memimpin keuangan Diageo pada 2027 mendatang. Dia akan menggantikan Nik Jhangiani yang telah menjabat sejak 2024.

CEO Diageo, Sir Dave Lewis, menegaskan bahwa rekam jejak Wilson dalam memangkas biaya dan melakukan transformasi bisnis menjadi alasan utama di balik penunjukan ini.

BACA JUGA:Wiski Asal India Borong Medali Emas Internasional, Ini 10 Botol yang Wajib Anda Koleksi

"Joanne adalah sosok pemimpin komersial dan CFO yang sangat berpengalaman. Ia akan memastikan percepatan pemulihan bisnis Diageo, sebagaimana keberhasilannya melakukan transformasi besar di perusahaan-perusahaan sebelumnya," ujar Lewis seperti dilansir Food Dive yang dibaca Makansedap.id, Minggu, 4 Oktober 2026.

Target Efisiensi UD$ 850 Juta

Langkah perombakan manajemen ini memuncak setelah Diageo melaporkan penurunan laba bersih sebesar 22,9 persen menjadi US$ 1,9 miliar untuk tahun fiskal 2026.

Penurunan kinerja ini dipicu oleh perubahan perilaku konsumen di Amerika Utara yang mulai menghemat pengeluaran serta mengurangi konsumsi minuman beralkohol.

Guna menstabilkan neraca keuangan, rincian rencana pemulihan bisnis Diageo mencakup beberapa poin strategis.

BACA JUGA:Rahasia di Balik Botol, Harrison Ford Rilis Wiski ‘Gahar’ Hasil Racikan Sendiri, Berani Coba?

Pertama, beban restrukturisasi. Perusahaan telah mencatat biaya restrukturisasi sebesar US$ 900 juta.

Kedua, target penghematan. Diageo menargetkan efisiensi biaya hingga US$ 850 juta dalam kurun waktu dua tahun, dimulai pada tahun fiskal 2027.

Ketiga, pemangkasan tenaga kerja. Sebelumnya, produsen asal London ini telah memangkas hampir 2.000 karyawan sebagai bagian dari program efisiensi.

Sebelum bergabung dengan WPP pada April 2023, Joanne Wilson memiliki rekam jejak panjang di industri konsumen, termasuk memegang posisi kepemimpinan senior di perusahaan minuman Britvic dan ritel raksasa Tesco.

Pengalamannya dalam menjual aset tak inti serta mengendalikan biaya operasional di WPP diharapkan menjadi kunci utama bagi Diageo untuk bangkit di pasar global.

Berita Terkait