Gempar, Burger King Resmi 'Pecat' Maskot Ikonisnya demi Ambil Hati Konsumen
Bekerja sama dengan agensi kreatif Barkley OKRP, Burger King secara resmi menonaktifkan maskot ikonisnya, The King, dan mengalihkan takhta Raja sepenuhnya kepada para pelanggan.-Makansedap.id-Burger King
JAKARTA, Makansedap.id - Jaringan restoran makanan cepat saji raksasa, Burger King, mengambil langkah radikal dalam strategi pemasarannya.
Bekerja sama dengan agensi kreatif Barkley OKRP, Burger King secara resmi menonaktifkan maskot ikonisnya, The King, dan mengalihkan takhta Raja sepenuhnya kepada para pelanggan.
Langkah berani ini ditandai melalui peluncuran kampanye besar bertajuk There's A New King And It's You.
Strategi tersebut mengedepankan kejujuran dan keterbukaan atas berbagai kekurangan layanan pada masa lalu, sekaligus mengukuhkan komitmen perusahaan untuk mendengarkan aspirasi konsumen.
BACA JUGA:Bukan Pemilik Merek, Pria Ini Raup Rp 81 Triliun Cuma dari Bisnis Restoran Waralaba
Presiden Burger King untuk wilayah Amerika Serikat dan Kanada, Tom Curtis, turun langsung menjadi narator dalam iklan kampanye tersebut.
Dia secara terbuka mengakui bahwa perusahaan sempat kehilangan arah akibat masalah kualitas gerai yang menua, pelayanan yang lambat, hingga kesalahan penyajian.
"Kami tahu harus mengakui kesalahan masa lalu dan melakukan perbaikan nyata pada setiap lini," ujar Chief Marketing Officer Burger King, Joel Yashinsky seperti dilansir Forbes yang dibaca Makansedap.id, Selasa, 1 September 2026.
Strategi yang memadukan pembenahan operasional dan pengakuan secara jujur ini terbukti membuahkan hasil positif.
BACA JUGA:Bebas dari Unilever, Produsen Es Krim Magnum Lakukan Terobosan Besar-besaran
Burger King mencatatkan kenaikan penjualan sejenis (comparable sales) sebesar 5,8 persen pada kuartal pertama, sekaligus mendongkrak tingkat kepuasan pelanggan secara signifikan.
Selain memensiunkan sang maskot, Burger King juga meluncurkan program jaminan kualitas seperti Whopper Guarantee dan menghadirkan peran baru Your Way Champion di tingkat gerai.
Pendekatan berbasis transparansi ini dinilai berhasil membangun kembali kepercayaan publik serta merebut kembali rasa cinta konsumen terhadap merek tersebut.