Mengenal Lebih Jauh soal Puasa Intermiten
Puasa intermiten bisa menjadi alat ampuh untuk memulihkan kesehatan metabolisme.-Makansedap.id-Care Access
BACA JUGA:Dongkrak Pertumbuhan Bakteri Baik Usus, Konsumsi Nutrisi yang Tepat
Setelah berhenti makan, kadar glukosa mulai turun. Tubuh akan beralih ke sistem pembakaran lemak dan mulai menggunakan simpanan energi setelah sekitar delapan jam.
"Meskipun waktu pastinya dapat sedikit berbeda dari orang ke orang, puasa hanyalah memberi tubuh Anda ruang untuk melakukan perubahan ini," kata Karan Sarin.
Oleh karena itu, Karan Sarin menyampaikan, selama menjalani puasa intermiten sebaiknya menghindari mengonsumsi makanan maupun minuman yang dapat meningkatkan kadar gula darah.
"Apapun yang meningkatkan gula darah akan menarik Anda keluar dari kondisi puasa. Bahkan sesendok gula dalam teh atau camilan buah kecil pun akan mengembalikan pembakaran glukosa Anda," jelas Karan Sarin.
BACA JUGA:Mawatu, Destinasi Gaya Hidup Modern di Labuan Bajo
"Jika Anda menginginkan manfaat puasa, Anda perlu menjaga gula darah tetap stabil selama periode tersebut," dia menambahkan.
Saat rasa lapar menyerang, Karan Sarin menyarankan, sebaiknya menanyakan pada diri sendiri apakah benar-benar lapar atau hanya bosan.
"Cobalah pengalih perhatian seperti musik, jalan-jalan, atau tidur siang. Jika Anda benar-benar lapar, sedikit garam dalam air atau kopi hitam dapat membantu," kata Karan Sarin.
"Kopi hitam atau teh tawar juga dapat membantu, asalkan menghindari susu dan gula," tambah dia.
BACA JUGA:Chesa Canggu, Konsep Ruang Sosial yang Memikat
Agar manfaat berpuasa dapat dipertahankan, pelatih kesehatan itu menyarankan untuk memulai berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan berprotein dan lemak sehat agar kadar gula darah tetap stabil.
"Jika Anda memilih makanan manis atau karbohidrat tinggi, Anda justru akan membuang banyak energi," ujar Karan Sarin.