Disuntik Rp 310 Miliar, Zevia Siap Bangkit di Tengah Ketatnya Pasar Minuman Sehat
Produsen minuman soda sehat asal Amerika Serikat, Zevia, mendapat suntikan dana segar senilai US$ 20 juta atau sekitar Rp 310 miliar dari perusahaan ekuitas swasta, GP Investments Ltd.-Makansedap.id-Zevia
JAKARTA, Makansedap.id - Produsen minuman soda sehat asal Amerika Serikat, Zevia, mendapat suntikan dana segar senilai US$ 20 juta atau sekitar Rp 310 miliar dari perusahaan ekuitas swasta, GP Investments Ltd.
Dana tersebut akan digunakan untuk mendanai strategi pemulihan perusahaan (turnaround plan) guna memperkuat posisi mereka di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Langkah ini diambil setelah pertumbuhan Zevia sempat melambat dalam beberapa tahun terakhir akibat gempuran merek-merek soda sehat baru, seperti Olipop dan Poppi.
Selain itu, tekanan dari investor sempat mendesak perusahaan untuk menjual bisnisnya karena dinilai lambat memanfaatkan perubahan tren gaya hidup konsumen.
BACA JUGA:Justin Timberlake dan Jessica Biel Resmi Jadi Pendiri Minuman Soda Protein Proda
Direktur Keuangan Zevia, Girish Satya, menyatakan, pendanaan ini menjadi momentum penting bagi evolusi perusahaan setelah melalui masa transformasi selama dua tahun terakhir.
"Pendanaan ini memberikan kapasitas neraca keuangan yang lebih kuat serta fleksibilitas untuk mempercepat pertumbuhan kami," ujar Girish Satya dikutip dari Food Dive yang dibaca Makansedap.id, Rabu, 28 Oktober 2026.
Sebagai bagian dari strategi pemulihan, Zevia berencana mendiversifikasi portofolio produknya untuk menjangkau konsumen yang lebih muda pada berbagai kesempatan konsumsi (consumption occasions), sekaligus memperluas jangkauan distribusi.
Upaya pemulihan perusahaan ini mulai menunjukkan hasil positif. Pada kuartal terakhir, Zevia mencatatkan penjualan bersih sebesar US$ 45 juta, meningkat 1,1 persen secara tahunan (year over year).
BACA JUGA:CEO Baru Ini Bongkar Rahasia Minuman Soda Bisa Raup Omzet hingga Rp 15,5 Triliun
Perusahaan juga menaikkan proyeksi penjualan kuartal ketiga menjadi US$ 48 juta, melampaui estimasi awal yang berada di kisaran US$ 44 juta hingga US$ 46 juta.