Bukan Cuma Jualan Minuman, Coca-Cola Siapkan Rp 160 Triliun Demi Kuasai Pasar Amerika Serikat

Bukan Cuma Jualan Minuman, Coca-Cola Siapkan Rp 160 Triliun Demi Kuasai Pasar Amerika Serikat

Raksasa minuman global, Coca-Cola, bersama mitra pengemasan (bottlers), resmi mengumumkan komitmen investasi bernilai fantastis mencapai US$ 10 miliar (sekitar Rp 160 triliun).-Makansedap.id-Christopher Doering

- -

"Lewat jaringan produksi yang kuat, penciptaan lapangan kerja lokal, kemitraan pemasok, serta investasi komunitas, kami terus memperkuat ketahanan sistem bisnis dan masyarakat di seluruh Amerika," ujar John Murphy, Presiden sekaligus Chief Financial Officer (CFO) Coca-Cola seperti dilansir Food Dive yang dibaca Makansedap.id, Minggu, 4 Oktober 2026.

BACA JUGA:Lebih dari Sekadar Minuman, Dirty Soda, Tren Viral yang Mengguncang Amerika Serikat

Selain menyerap lebih dari 1 juta tenaga kerja di sepanjang rantai pasokannya, Coca-Cola juga mencatatkan pengeluaran hingga US$ 37 miliar khusus untuk pemasok lokal di AS.

Secara akumulatif, aktivitas bisnis raksasa minuman ini menyumbang sekitar US$ 10 juta (sekitar Rp 160 miliar) per jam bagi perekonomian Amerika Serikat.

Efisiensi Bisnis dan Fokus Strategi Baru

Langkah ekspansi bernilai ratusan triliun rupiah ini tergolong menarik. Pasalnya, Coca-Cola sempat melakukan restrukturisasi organisasi dan pengurangan tenaga kerja pada awal 2026.

Strategi ini menunjukkan perusahaan sedang mengalihkan fokus dan sumber daya ke sektor yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan tinggi.

BACA JUGA:Ini Rekomendasi Camilan dan Minuman Halal Khas Thailand

Selain memperkuat infrastruktur fisik, produsen minuman soda ini mulai gencar memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta melirik merek-merek kecil yang berpotensi untuk dikembangkan (scale up).