Rekam Jejak Perjalanan UMKM Ternate untuk Naik Kelas dengan Bantuan AI

Rekam Jejak Perjalanan UMKM Ternate untuk Naik Kelas dengan Bantuan AI

UMKM Ternate berhasil naik kelas berkat bantuan AI-Makansedap.id-UMKM Ternate

- -

JAKARTA, Makansedap.id - Di sebuah rumah sederhana, suara minyak panas dan aroma kerupuk yang mengembang memenuhi dapur keluarga yang sudah puluhan tahun menjadi saksi usaha kecil bernama kerupuk & Peyek Takoma.

Alfitrah, sang pemilik yang merupakan lulusan arsitektur berusia 23 tahun itu menatap konsep kemasan baru yang ia buat berkat hasil eksplorasinya menggunakan Microsoft Designer, alat berbasis AI yang baru dia kenal setelah mengikuti kelas AILeap Nusantara pada acara Pekan Inovasi AI.

Dalam pelatihan tersebut, Alfitrah belajar menggunakan AI sebagai partner untuk menjawab persoalan desain dan pengembangan produk yang selama bertahun-tahun berjalan apa adanya.

Bagi Alfitrah, mempertahankan tradisi tidak berarti menutup diri dari perkembangan. Sebelum mengikuti pelatihan, Alfitrah telah mencoba belajar secara mandiri dari internet.

BACA JUGA:Revolusi Koktail India, JKS Restaurants Wujudkan Wajah Baru Dunia Minuman

Meski begitu, dia sering merasa ide‑idenya berhenti di kepala. Proses pengembangan usahanya berjalan lambat, dan dia belum menemukan cara untuk menata semuanya menjadi langkah usaha yang utuh.

Namun di pelatihan ini, Alfitrah mulai melihat AI bukan sebagai alat menggantikan kreativitas, melainkan sebagai partner berdiskusi.

Pada kelas AILeap Nusantara, kelompok Alfitrah menjadi salah satu kelompok yang diminta langsung menerapkan materi yang dipelajari ke dalam usahanya.

Mereka menyusun sebuah deck presentasi yang berisi praktik pemanfaatan AI untuk usahanya, mulai dari pengembangan ide produk, logo, kemasan, narasi produk, hingga rencana strategi konten dan pemasaran.

BACA JUGA:Daftar Scotch Whisky Terbaik 2026 Versi Beverage Testing Institute

Dalam tahap awal pengembangan ide, Alfitrah menggunakan Microsoft Copilot untuk mengeksplorasi bagaimana produk kerupuk yang sudah umum dapat dikembangkan lebih jauh.

Dari proses tersebut, muncul gagasan kerupuk berbahan limbah tulang ikan yang belum banyak dikembangkan sehingga memberi nilai tambah dari sisi keberlanjutan.

Alfitrah juga memanfaatkan Microsoft Copilot untuk menelusuri opsi kemasan yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan yaitu paper bag dengan lapisan kedap udara di bagian dalam agar produk lebih awet.

Setelah ide produk dan arah kemasan terbentuk, Alfitrah mengandalkan Microsoft Designer untuk menuangkannya ke dalam bentuk visual.

BACA JUGA:Bisnis Protein Kacang Polong Puris Senilai Rp 3,4 Triliun Jadi Amunisi Baru Generasi Ozempic

Alfitrah bereksperimen dengan logo Takoma, menambahkan unsur ikan agar lebih merepresentasikan produk. Seluruh rangkaian eksplorasi ini menunjukkan bagaimana kombinasi Microsoft Copilot dan Microsoft Designer membantu Alfitrah bekerja lebih terarah dan percaya diri dalam menata ulang usaha keluarganya.