WALBERTON, Makansedap.id - Pemilik merek cokelat ternama Toblerone, Mondelēz International, resmi melayangkan gugatan hukum terhadap sebuah produsen cokelat vegan skala kecil asal Inggris, Catherine's Originals.
Gugatan tersebut diajukan ke Pengadilan Tinggi di London atas tuduhan pelanggaran hak merek dagang dan persaingan curang (passing off).
Mondelēz memprotes produk varian Obar milik Catherine's Originals karena dinilai meniru bentuk khas potongan cokelat Toblerone yang berupa puncak-puncak timbul.
Bentuk Obar sendiri memiliki potongan memanjang dengan lekukan menonjol berbentuk setengah oval di setiap bagiannya.
BACA JUGA:Kolaborasi Toblerone dan Biscoff Siap Bikin Pemburu Cokelat Rela Antre di Costco
Seperti dilansir Reuters yang dibaca Makansedap.id, Senin, 2 November 2026, juru bicara Mondelēz menegaskan bahwa bentuk ikonik Toblerone merupakan salah satu desain produk yang paling dikenal di dunia sejak tahun 1929.
Pihaknya mengaku bertanggung jawab untuk melindungi hak kekayaan intelektual perusahaan.
Sebelum menempuh jalur hukum, Mondelēz mengklaim telah mencoba bernegosiasi secara kekeluargaan selama beberapa bulan, tetapi tidak membuah hasil.
Di sisi lain, pendiri Catherine's Originals, Catherine Dodd, menolak keras tuduhan tersebut. Dodd yang mendirikan usahanya pada tahun 2021 menjelaskan bahwa lekukan pada cokelat buatannya mewakili huruf "O" dari nama Originals, bukan meniru bentuk Toblerone.
BACA JUGA:Berambisi Geser Dua Raksasa Cokelat Dunia, Produsen Nutella Siapkan Inovasi Ekstrem Ini
Dodd mengaku cukup menakutkan bagi usaha kecil seperti miliknya untuk berhadapan dengan korporasi global di pengadilan.
Meski demikian, ia menegaskan tidak akan mundur untuk mempertahankan identitas produk yang dibangunnya dengan kerja keras.
Penasihat hukum Catherine's Originals, Stephen Lowry, juga menyatakan siap menghadapi proses hukum yang berjalan. Perbedaan skala usaha kedua merek ini cukup mencolok.
Catherine's Originals memproduksi cokelatnya di Sussex, Inggris, dan menjualnya secara langsung lewat pasar kaget, platform daring, atau sistem langganan.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Cokelat, Raksasa Kuliner Berusia 1,7 Abad Ini Ancam Pasar Camilan
Harganya berkisar antara £9,20 hingga £10,55 (sekitar Rp 185 ribu–Rp 212 ribu) per batang.