SINGAPURA, Makansedap.id — Kabut asap pekat yang menyelimuti Singapura kini melumpuhkan perekonomian para pelaku usaha mikro, khususnya pemilik kedai makanan (hawker center).
Seperti dilansir Straitstimes.com yang dibaca Makansedap.id, Senin, 19 Oktober 2026, rekor kualitas udara buruk selama 12 hari berturut-turut, paling lama sejak krisis 2015, membuat pengunjung enggan beraktivitas di luar rumah dan memicu penurunan omzet yang tajam.
Zaiton Bee, 73 tahun, pemilik kedai makanan Muslim di Tekka Centre, menjadi salah satu pedagang yang terancam gulung tikar.
Kedai yang telah dia kelola selama satu dekade tersebut mengalami penurunan jumlah pelanggan drastis, dari yang biasanya mencapai 500 orang per hari menjadi hanya sekitar 200 orang.
BACA JUGA:Ancaman Tak Terlihat, Kebakaran Hutan Mengintai Sensasi Rasa Anggur Bordeaux 2026
"Sekarang tidak ada bisnis, sangat membosankan. Jika terus seperti ini, mungkin beberapa bulan lagi atau tahun depan kami akan menyerah," ungkap Zaiton pasrah.
Dengan biaya operasional bulanan mencapai $ 4.000 Singapura (sekitar Rp 47 juta), termasuk sewa tempat, listrik, dan biaya cuci piring, Zaiton mengaku sangat pesimistis bisa bertahan di tengah usianya yang makin senja dan kondisi udara yang belum membaik.
Penurunan omzet hingga 30% juga dirasakan pedagang lain jelang perayaan Deepavali. Kawasan Little India dan Tekka Centre yang biasanya padat oleh keluarga yang berbelanja dan makan bersama kini tampak lengang.
Muhammad Yusof Syed Mohamed, 43 tahun, pengelola kedai minuman, menjelaskan bahwa sekitar 40% langganannya adalah lansia yang kini memilih berdiam diri di rumah sesuai imbauan pemerintah.
BACA JUGA:Justin Timberlake dan Jessica Biel Resmi Jadi Pendiri Minuman Soda Protein Proda
Restoran AC 24 Jam Ikut Terdampak
Fenomena menghindari udara terbuka ini berdampak luas di berbagai wilayah Singapura.
Pertama, Kovan 209 Market & Food Centre. Penjualan anjlok hingga sepertiga dari hari biasa. Konsumen lebih memilih memasak di rumah atau mencari tempat makan tertutup (indoor).
Kedua, Holland Drive Market & Food Centre. Pemilik kedai Sweet Bistro, Ben Tan, mengaku rugi hingga ratusan dolar sejak kabut asap melanda.
Bahkan, beberapa pemilik kedai memilih tutup sementara dan bepergian ke luar kota.
BACA JUGA:McDonald’s Hadapi Gugatan Hukum Terkait Penggunaan Sistem Harga Menu Berbasis AI