CHICAGO, Makansedap.id - Raksasa produsen makanan ringan, Mondelēz International, bersiap melakukan perombakan besar-besaran terhadap merek biskuit andalannya, Oreo, pada 2027 mendatang.
Langkah ini mencakup pembaruan kemasan, variasi harga, hingga perubahan formulasi resep demi menghasilkan label produk yang lebih baik.
Direktur Keuangan (CFO) Mondelēz, Luca Zaramella, menyampaikan rencana tersebut dalam konferensi investor Barclays.
Menurutnya, meski Oreo kini telah mencatatkan pendapatan global mendekati US$ 5 miliar (sekitar Rp 77 triliun), biskuit lapis yang pertama kali meluncur pada 1912 ini masih memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar.
BACA JUGA:Bukan Cuma Jualan Minuman, Coca-Cola Siapkan Rp 160 Triliun Demi Kuasai Pasar Amerika Serikat
"Tim kami di seluruh dunia sedang mempersiapkan peluncuran ulang secara penuh pada 2027. Ini akan memberikan dampak yang benar-benar signifikan bagi merek Oreo dan Mondelēz," ujar Zaramella seperti dilansir Food Dive yang dibaca Makansedap.id, Minggu, 4 Oktober 2026.
Tiga Pilar Perubahan Oreo
Perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat tersebut telah menyiapkan beberapa strategi utama dalam proyek peluncuran ulang ini.
Pertama, Formulasi dan Resep Baru. Mengubah beberapa bahan baku guna menciptakan komposisi yang lebih sehat serta transparan bagi konsumen (cleaner label).
Kedua, Pembaruan Kemasan. Menyegarkan tampilan visual di rak-rak toko modern agar tetap relevan dengan preferensi konsumen masa kini.
BACA JUGA:Laba Anjlok 22%, Produsen Guinness Nekat Bajak Ratu Efisiensi Raksasa Iklan Dunia
Ketiga, Diversifikasi Harga. Menghadirkan pilihan ukuran dan rentang harga yang lebih fleksibel untuk menjangkau berbagai segmen pasar.
Oreo saat ini menyumbang porsi signifikan dari total pendapatan tahunan Mondelēz yang mencapai US$ 38 miliar.
Diperkirakan sekitar 60 miliar keping Oreo terjual setiap tahun di seluruh dunia, dengan sepertiga penjualannya berasal dari pasar Amerika Serikat.
Meski daya beli konsumen global sempat melambat, penjualan Oreo tetap bertumbuh di kisaran mid single digit tahun ini, setelah sebelumnya konsisten tumbuh di kisaran high single digit selama kurun waktu 5 hingga 10 tahun terakhir.
BACA JUGA:Saatnya Party, DJ Yasmin 'Guncang' Malam Minggu di Bali Lewat The Gates of Bali