WASHINGTON D.C, Makansedap.id — Raksasa minuman global PepsiCo secara resmi menghentikan seluruh aktivitas manufaktur dan pergudangan di pabrik pembotolan wilayah Cheverly, Maryland, Amerika Serikat.
Keputusan mendadak ini berdampak langsung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 143 karyawan.
Pabrik di bawah naungan Pepsi Bottling Group tersebut diketahui telah beroperasi selama lebih dari enam dekade.
Berdasarkan pemberitahuan resmi Worker Adjustment and Retraining Notification (WARN), efisiensi ini menyasar pekerja di sektor armada, transportasi, manufaktur, hingga operasi gudang, baik pekerja bergaji bulanan maupun anggota serikat pekerja.
BACA JUGA:Pemilik IQ Tinggi Punya Pemahaman Mendalam soal Wine, Ini Buktinya
Manajemen PepsiCo mengungkapkan, bahwa langkah berat ini diambil sebagai respons atas pergeseran preferensi konsumen, kemajuan teknologi, serta kebutuhan reorganisasi jaringan operasional perusahaan.
"Keputusan ini tidak diambil secara mendatangkan kemudahan. Kami harus terus mengoptimalkan dan memodernisasi jaringan operasional demi memberikan layanan terbaik bagi para pelanggan dan konsumen," ujar juru bicara PepsiCo dalam keterangan resmi yang dilansir Forbes dan dibaca Makansedap.id, Selasa, 22 September 2026.
Meskipun aktivitas produksi di pabrik tersebut dihentikan, PepsiCo memastikan kegiatan penjualan dan distribusi produk akan tetap berjalan normal tanpa gangguan.
Perusahaan juga berkomitmen untuk tetap memberikan hak gaji serta fasilitas tunjangan kepada para pekerja yang terdampak hingga 13 November mendatang.
BACA JUGA:Tinggalkan Racikan Rumit, Gen Z Mulai Beralih ke Koktail Kalengan Premium
Langkah penutupan pabrik ini menjadi bagian dari strategi besar PepsiCo dalam merestrukturisasi rantai pasok globalnya.
Sebelumnya, PepsiCo juga telah menutup fasilitas distribusi Frito Lay di California yang berdampak pada 248 pekerja.
Penataan ulang ini dilakukan guna menyesuaikan diri dengan tren pasar, ketika konsumen kini makin beralih ke produk minuman dan makanan yang lebih sehat.