JAKARTA, Makansedap.id — Tingkat kecerdasan umum atau Intelligence Quotient (IQ) seseorang ternyata berbanding lurus dengan wawasan dan pengetahuan khusus yang dimilikinya, termasuk dalam hal memahami seluk-beluk wine.
Seperti dilansir foodandwine.com yang dibaca Makansedap.id, Senin, 21 September 2026, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa pemilik IQ tinggi cenderung memiliki pemahaman wine yang lebih mendalam, walaupun mereka bukan seorang sommelier atau pelaku industri minuman tersebut.
Temuan menarik ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Intelligence & Cognitive Abilities.
Penelitian tersebut bertujuan menguji konsep psikologi yang dikenal sebagai general intelligence nexus atau 'g nexus', yaitu teori yang menyatakan bahwa kecerdasan bertindak sebagai 'mesin pemroses' utama dalam menyerap, mengolah, dan mengingat informasi kompleks tanpa memerlukan dorongan finansial atau akademis.
BACA JUGA:Tinggalkan Racikan Rumit, Gen Z Mulai Beralih ke Koktail Kalengan Premium
Dalam studi yang melibatkan 525 partisipan ini, para peneliti mengukur tingkat kecerdasan peserta menggunakan tes International Cognitive Ability Resource (ICAR).
Pengetahuan mereka tentang wine kemudian diuji menggunakan standar soal dari Wine & Spirit Education Trust (WSET) Level 2, yang mencakup varietas anggur, proses pembuatan, klasifikasi wilayah, hingga teknik penyimpanan.
Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan (\beta = 0,31, p < 0,001).
Tingkat IQ menyumbang sekitar 9,4 persen dari perbedaan skor pengetahuan wine di antara para peserta.
BACA JUGA:Jangan Asal Teguk, Ini Rahasia di Balik Anggur Ramah Lingkungan yang Jadi Tren Global
Hubungan ini terbukti konsisten dan tetap stabil bahkan setelah memperhitungkan variabel lain, seperti apakah peserta bekerja di industri wine atau seberapa sering mereka mengonsumsi minuman beralkohol tersebut.
Para peneliti menjelaskan, dunia wine memiliki struktur informasi yang sangat kompleks, mulai dari taksonomi tanaman, kimia fermentasi, hingga terminologi khusus.
Karena wine jarang dipelajari secara formal di sekolah umum, pengetahuan ini menjadi tolok ukur yang tepat untuk melihat bagaimana IQ mendorong seseorang menyerap informasi secara mandiri atas dasar rasa ingin tahu.
Meski demikian, studi ini juga mencatat bahwa interaksi antara IQ tinggi dan pengalaman kerja profesional di bidang wine memberikan hasil pengetahuan yang paling maksimal.
BACA JUGA:Kejutan, Anggur Jenis Ini Dikirim ke Luar Angkasa, Bakal Jadi Minuman Termahal di Bumi?
Seseorang dengan kecerdasan tinggi yang bekerja di lingkungan terstruktur cenderung mampu menyerap dan mempertahankan informasi jauh lebih cepat dibandingkan konsumsi santai sehari-hari.